Improvisasi 101

Square

Improvisasi dalam Bermusik

Definisi improvisasi berdasarkan Oxford Dictionaries adalah: “Created spontaneously or without preparation”. Ya itu dia, membuat sesuatu secara spontan tanpa persiapan.
Improvsisasi dalam sebuah lagu adalah tempat untuk….jungkir balik, loncat-loncatan, lari sana sini, jatuh, luka. Terserah mau gimana dan jadi apa, tanpa batasan nada dan imajinasi.

Caranya ?

Ini merupakan tanda tanya besar buat gue. Kenapa?
Karena selalu ada pertanyaan:
“Mulai dari mana ya?”
“Tentukan dulu key center nya kah?
“Pake arpeggio nya aja apa?”
“Chord function nya apaan ya?”
“Kalau dimainkan inversi II,III nya masuk nggak?”
“Modes apa yang harus dipakai?”,
Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Sebelum membahas lebih jauh, gue mau bercerita sedikit pengalaman gue.
Pada awal-awal belajar jazz, gue pernah nge job di salah satu cafe jazz di Jakarta. Gue sadari kemampuan mengimplementasikan lagu-lagu di real book masih sangat parah pada saat itu (kan masih belajar ya..he..he..he), untungnya teman-teman band gue pada jago-jago.
Nah, pada suatu ketika ada tamu bule dateng. Nih bule sampai joget-joget waktu band gue main, pokoknya apresiasinya tinggi banget dah. Ketika break istirahat, dia nyamperin gue, dia memperkenalkan diri dan bilang bahwa dia profesor musik. Dan yang lebih mengagetkan nya lagi dia bilang ke gue “Great playing man”, dan gue jawab aja “I just playing a shit man”. Ini serius, gue nggak ngerti apa yang gue mainkan, nggak ngerti apa pun secara teori. Dan semuanya full asal-asalan.



Makin kesini gue sadari, bahwa improvisasi itu bersifat personal. Nggak ada yang salah, dan nggak ada yang benar. Mungkin pada saat belajar di kelas, guru kita selalu bilang:
“Harus pake not ini, yang itu salah”.
“Main itu harus sesuai Chordal Tone”.
“Mainkan Broken Chordnya dulu”. 
Dan banyak teori-teori lainnya.
” Apakah hal itu berguna?”.
Ya dong, sangat berguna banget.

Tapi sebelum berbicara lebih jauh, perlu diketahui setiap orang memiliki feel dan tone yang berbeda-beda. Makanya kita dapat mengetahui. Ooo…ini si “A” nih yang main. Ini si “B” nih yang main. Feel dan tone itu seperti sidik jari men.
“Kalau begitu gampang dong setiap orang punya karakter masing-masing, langsung hajar aja”.
Yah, nggak seperti itu jugalah caranya.
“Terus gimana?”
Ya harus dilatih dong.

Begini, sebagai musisi kita familier dengan ketukan dong. Coba mainkan instrumen kalian tanpa berhenti, kalau pada gitar mainkan fret 1 sampai 24, nada apa saja terserah. Lupakan semua teori, scale atau apapun yang pernah dipelajari. Mainkan sesuai ketukannya. Misal, ketika harus main not 1/2, 1/4, 1/8, 1/16 jangan pernah lepas ketukan. Buat gue pribadi agak sulit pada awalnya. Yang harus dibiasakan adalah untuk bermain “on tempo”. Gunakan metronome atau drum beat setiap latihannya. Ide ini gue dapet dari video “Creative Jazz Guitar-Joe Diorio”. Dan ini sangat membantu gue melatih feel, tone dan fret board navigation.

Yang kedua kuasai semua teori yang kalian pelajari misal scale, broken chord, modes dll, and “Play it in all keys”.

Yang ketiga, bila belum berhasil juga. Ingat dong, nada cuma punya “Whole and Half Step”. Jadi jika merasa fals, tinggal digeser aja jarinya setengah, mau dinaikan atau diturunkan.

Dan ini yang paling penting, dengarkan orang lain ketika mereka bermain. Dengarkan teman, musisi favorit, dengarkan siapa saja. Kita harus jadi pendengar yang baik toh sebelum kita mau didengar.

Sebenarnya masih banyak banget yang mau dibahas tentang improvisasi. Jika ada kritik, saran dan pertanyaan hubungi gue ya.

Semoga tulisan ini dapat membantu.

Salam.



 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *